Menyusuri Bening Kasihnya
Thursday, December 18, 2014
Sunday, December 1, 2013
Tuesday, November 12, 2013
Sunday, November 10, 2013
Kagoshima, Tadaima
Rubrikasi /
Kabar Kecil dari Jepang
Kagoshima, Tadaima
Oleh : Henny Herwina , Minggu, 10 November 2013 15:19 wib
Selain tujuan utama untuk menyelesaikan beberapa tahapan penelitian Hibah Kerjasama dan Publikasi Internasional, keberangkatan ke Kagoshima kali ini juga sebagai anggota rombongan perpanjangan MoU kedua universitas bersama Prof. dr. Hermansah dan Dr. Erizal Mukhtar dari Fakultas Pertanian dan FMIPA UNAND. Acara tersebut juga ditandai dengan joint Seminar dengan pembicara dari kedua Universitas.
Kagoshima merupakan salahsatu prefecture dari beberapa prefecture yang menjadi bagian dari Pulau Kyushu yang terletak di bagian Selatan kepulauan Jepang (dalam peta posisinya seolah berada di bawah pulau Honshu, pulu terbesar di Jepang). Seperti yang biasanya kujumpai di wilayah lainnya di Jepang, keramahan warga Kagoshima menjadi hal yang paling menyentuh, seolah tempat ini telah menjadi semacam rumah kedua.
Tidak hanya para pimpinan dan staf Universitas, pelajar, mahasiswa bahkan lansia yang kita temui dimanapun tak kan ragu berbagi sapa dan salam, tersenyum atau sekedar memberi anggukan walau baru pertama kali bertemu. Sungguh, walau sudah bertahun-tahun berinteraksi dengan masyarakat Jepang sejak tahun 90an, kekaguman akan keramahan dan ketulusan warganya tak pernah berhenti membuat kagum, lagi dan lagi.
Selamat pagi (Ohayou gozaimasu) yang diucapkan dengan intonasi penuh semangat dan ekspresi gembira, mampu menyemangati siapapun yang mendengar maupun mengucapkan untuk segera beraktifitas dengan upaya terbaik. Selamat siang (Konichiwa) yang terucap saat berpapasan atau saat sengaja bertemu memberi makna persahabatan dan kerjasama yang solid di mataku.
Saturday, November 9, 2013
Penandatanganan perpanjangan MoU dan joint seminar Universitas Andalas dan
Kagoshima University
Kagoshima, 7 November 2013,
pada pukul 10.00 waktu Jepang (08.00 WIB) bertempat di Kantor
President Kagoshima University, Gedung Rektorat
Lt 4. Kagoshima University, telah ditandatangani perpanjangan MoU antara
Universitas Andalas dan Kagoshima University yang didahului dengan perkenalan
team yang hadir dari kedua universitas, lalu short speech dari Presiden Kagoshima University, Dr. Yoshizane MAEDA .
Dalam sambutannya Presiden Kagoshima University menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang telah terjalin
sejak 30 tahun lalu antara peneliti dari Kagoshima University dan Universitas
Andalas. Harapan ke depan adalah, kerjasama akan dikembangkan pada bidang yang lebih
luas tidak hanya di bidag science seperti yang selama ini telah berjalan tapi
juga social seperti hokum dan budaya. Dari Universitas Andalas sendiri, sambutan Rektor UNAND disampaikan oleh Prof. Dr. Hermansah, yang diawali dengan penyampaian permohonan maaf karena batalnya kehadiran Rektor UNAND di Kagoshima University dikarenakan proses Akreditasi Universitas yang harus berjalan pada waktu yang bersamaan. Apresiasi dan harapan untuk kerjasama yang lebih baik ke depannya juga disampaikan oleh Universitas Andalas, terutama di bidang penelitian dan akademis, termasuk sosial dan budaya.
Tuesday, May 28, 2013
Sudah benarkah arah kiblat kita?

Thursday, May 9, 2013
Sentuh Hatinya Bunda!
Ternyata ketika beliau memutuskan masuk Islam, keluarga Ustad Oji menentang keras sehingga sempat mengalami penyiksaan yang menyebabkan kepala beliau bocor dan harus meninggalkan rumah. Terlunta-lunta di Bali selama beberapa bulan hingga akhirnya Allah mempertemukan Ustad Oji dengan seseorang yang akhirnya membawa beliau menuntut ilmu agama hingga ke Mesir.
Keberanian Ustad Oji untuk pindah agama di Usia remaja sangat membuat penasaran para Ibu di studio. Sebuah kalimat paling berkesan bagi saya dari ustad Oji adalah saat beliau menjawab pertanyaan salah seorang audiens tentang bagaimana caranya agar anak mau beribadah dan jauh dari malas.
" Anak atau remaja jarang yang mau disuruh-suruh untuk melakukan sesuatu Bu, tapi sentuhlah hatinya. Orang yang paling mampu untuk menyentuh hatinya, tentunya seorang Ibu..." jelas beliau yakin..
Para bunda mengangguk setuju. Saya pun terus berusaha mencerna makna kalimat itu. Alih-alih memaksa, memerintah apalagi marah dengan keengganan yang kadang diperlihatkan anak untuk beribadah atau bersikap baik, yang seharusnya dilakukan orang tua adalah memberi pemahaman dengan baik dan sesuai. Dengan pemahaman dan penguasaan yang menyeluruh,diharapkan seorang anak akan melakukan berbagai kegiatan apalagi ibadah dengan didasari keinginan dari hati.
Semoga kita semua dimudahkan dalam membimbing si buah hati.. Aamiin...
Subscribe to:
Comments (Atom)


