Thursday, December 18, 2014
Sunday, December 1, 2013
Tuesday, November 12, 2013
Sunday, November 10, 2013
Kagoshima, Tadaima
Rubrikasi /
Kabar Kecil dari Jepang
Kagoshima, Tadaima
Selain tujuan utama untuk menyelesaikan beberapa tahapan penelitian Hibah Kerjasama dan Publikasi Internasional, keberangkatan ke Kagoshima kali ini juga sebagai anggota rombongan perpanjangan MoU kedua universitas bersama Prof. dr. Hermansah dan Dr. Erizal Mukhtar dari Fakultas Pertanian dan FMIPA UNAND. Acara tersebut juga ditandai dengan joint Seminar dengan pembicara dari kedua Universitas.
Kagoshima merupakan salahsatu prefecture dari beberapa prefecture yang menjadi bagian dari Pulau Kyushu yang terletak di bagian Selatan kepulauan Jepang (dalam peta posisinya seolah berada di bawah pulau Honshu, pulu terbesar di Jepang). Seperti yang biasanya kujumpai di wilayah lainnya di Jepang, keramahan warga Kagoshima menjadi hal yang paling menyentuh, seolah tempat ini telah menjadi semacam rumah kedua.
Tidak hanya para pimpinan dan staf Universitas, pelajar, mahasiswa bahkan lansia yang kita temui dimanapun tak kan ragu berbagi sapa dan salam, tersenyum atau sekedar memberi anggukan walau baru pertama kali bertemu. Sungguh, walau sudah bertahun-tahun berinteraksi dengan masyarakat Jepang sejak tahun 90an, kekaguman akan keramahan dan ketulusan warganya tak pernah berhenti membuat kagum, lagi dan lagi.
Selamat pagi (Ohayou gozaimasu) yang diucapkan dengan intonasi penuh semangat dan ekspresi gembira, mampu menyemangati siapapun yang mendengar maupun mengucapkan untuk segera beraktifitas dengan upaya terbaik. Selamat siang (Konichiwa) yang terucap saat berpapasan atau saat sengaja bertemu memberi makna persahabatan dan kerjasama yang solid di mataku.
Saturday, November 9, 2013
Dalam sambutannya Presiden Kagoshima University menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang telah terjalin
sejak 30 tahun lalu antara peneliti dari Kagoshima University dan Universitas
Andalas. Harapan ke depan adalah, kerjasama akan dikembangkan pada bidang yang lebih
luas tidak hanya di bidag science seperti yang selama ini telah berjalan tapi
juga social seperti hokum dan budaya. Dari Universitas Andalas sendiri, sambutan Rektor UNAND disampaikan oleh Prof. Dr. Hermansah, yang diawali dengan penyampaian permohonan maaf karena batalnya kehadiran Rektor UNAND di Kagoshima University dikarenakan proses Akreditasi Universitas yang harus berjalan pada waktu yang bersamaan. Apresiasi dan harapan untuk kerjasama yang lebih baik ke depannya juga disampaikan oleh Universitas Andalas, terutama di bidang penelitian dan akademis, termasuk sosial dan budaya.
Tuesday, May 28, 2013
Sudah benarkah arah kiblat kita?

Thursday, May 9, 2013
Sentuh Hatinya Bunda!
Ternyata ketika beliau memutuskan masuk Islam, keluarga Ustad Oji menentang keras sehingga sempat mengalami penyiksaan yang menyebabkan kepala beliau bocor dan harus meninggalkan rumah. Terlunta-lunta di Bali selama beberapa bulan hingga akhirnya Allah mempertemukan Ustad Oji dengan seseorang yang akhirnya membawa beliau menuntut ilmu agama hingga ke Mesir.
Keberanian Ustad Oji untuk pindah agama di Usia remaja sangat membuat penasaran para Ibu di studio. Sebuah kalimat paling berkesan bagi saya dari ustad Oji adalah saat beliau menjawab pertanyaan salah seorang audiens tentang bagaimana caranya agar anak mau beribadah dan jauh dari malas.
" Anak atau remaja jarang yang mau disuruh-suruh untuk melakukan sesuatu Bu, tapi sentuhlah hatinya. Orang yang paling mampu untuk menyentuh hatinya, tentunya seorang Ibu..." jelas beliau yakin..
Para bunda mengangguk setuju. Saya pun terus berusaha mencerna makna kalimat itu. Alih-alih memaksa, memerintah apalagi marah dengan keengganan yang kadang diperlihatkan anak untuk beribadah atau bersikap baik, yang seharusnya dilakukan orang tua adalah memberi pemahaman dengan baik dan sesuai. Dengan pemahaman dan penguasaan yang menyeluruh,diharapkan seorang anak akan melakukan berbagai kegiatan apalagi ibadah dengan didasari keinginan dari hati.
Semoga kita semua dimudahkan dalam membimbing si buah hati.. Aamiin...
Saturday, May 4, 2013
Muslimah Go Aboard
Buku Bunda Sakura yang ditulis muslimah dari FLP Jepang yang banyak membahas tentang berbagai perjuangan Muslimah di Jepang yang terus berusaha menanamkan nilai Islami pada putra putri dan keluarga disaat merantau sebagai pelajar, ibu rumah tangga, pekerja, atau merangkap berbagai profesi tersebut dibahas dalam presentasi paling awal.
Peserta yang didominasi mahasiswa juga disarankan untuk membaca La Tahzan For Student yang juga lahir dari FLP Jepang. Buku ini banyak membahas dan memberikan Tips untuk survive di luar negeri dan mendapatkan beasiswa, sehingga sangat mendukung tema seminar dan bedah buku kali ini :)
Tessa, seorang mahasiswa tahun akhir yang berpengalaman ke Korea dan menyarankan pentingnyasegala persiapan terkait survival, termasuk bahasa dan komunikasi yang jelas dengan partner tujuan.
Ibu Dilla, staf pengajar Universitas Muhammadiyah Padang, alumni dari Kairo lebih banyak membahas tentang boleh tidaknya muslimah berkarir dan menuntut ilmu ke negeri orang dan beliau sangat percaya diri bahwa kegiatan yang positif bagi diri dan orang lain dibolehkan selama kegiatan tersebut dilakukan tanpa meninggalkan kodrat dan syariat. Ganbare Muslimah Indonesia :)
Monday, April 1, 2013
Wednesday, February 27, 2013
Beasiswa keluar negeri? sangat mungkin!
Berani melangkah dan mengambil peluang yang terbentang adalah salah satu hal penting dalam mendapatkan kesempatan untuk menuntut ilmu ke luar negeri. Kemampuan berbahasa asing itu perlu, tapi bukan selalu yang utama karena berbagai kompetensi lainnya tak kalah pentingnya, tergantung jenis program yang dipilih. Kepribadian yang pantas sangatlah utama, karena mau tidak mau,di negara tujuan belajar kita adalah representasi negara dan hampir selalu juga, agama (Foto; Suasana dialog dalam ProgramTvri Perempuan, edisi 31 Januari 2013 yang dipandu Febri, menghadirkan penerima AFS ke Amerika dari MAN Sumbar dan penerima beasiswa Monbusho Jepang)
Sunday, October 28, 2012
Meneladani kebaikan dan tingkat pendidikan
Tingkat pendidikan tak selalu menjadi acuan keberhasilan seseorang dalam kehidupan bermasyarakat. Tapi keteladan dan motivasi yang diberikan hampir selalu mampu untuk membentuk kebaikan diri dan sekitar.
Ernawati (tengah), perempuan separuh baya yang berprofesi sebagai Lurah di Kelurahan Bungo Padang Kec. Koto Tangah ini bercerita dengan berkaca kaca bahwa beliau begitu mencintai dan meneladani ayah beliau yang seorang petani tradisional, namun tegas dan disiplin. Kini, walau memimpin masyarakat itu tidak mudah dan hampir 24 jam harus menyediakan diri untuk mengabdi, beliau adalah lurah perempuan yang sangat percaya diri dan tak gentar jika bertindak di jalan yang benar. Tantangan beliau belakangan ini adalah membuat keputusan yang tegas untuk pembagian bantuan gempa pada pihak yang paling membutuhkan karena jumlahnya yang terbatas dan banyak yang beharap.
Ibu Nurnis (kanan) yang tak sempat menamatkan pendidikan SDnya karena alasan harus mengorbankan pendidikan untuk merawat ayah yang sakit saat masih kelas 5 SD, terbukti bisa sukses dan diterima sebagai aktifis masyarakat dan pengurus inti majlis taklim di wilayahnya. Aneka kegiatan sosial dilakoninya meski sambil merawat suami yang terbaring sakit karena kanker. “Percayalah bahwa kita semua bisa berbuat bagi masyarakat dari posisi kita masing-masing!”, ujarnya mantap. Niat tulus untuk kebaikan masyarakat yang Bu Nurnis teladani dari ayah beliau yang merupakan seorang guru mengaji, gaya bicara yang jelas dan sistematis serta sikap beliau yang penuh percaya diri membuat saya angkat topi ;)
(Catatan dari Program “Perempuan” TVRI Sumbar 18 Oktober 2012)
Sunday, October 14, 2012
Ikat Rambut Mama
Suatu malam di bulan Maret 2012, saat Jilannisa dan mama akan tidur setelah lelah berkegiatan seharian di kota Medan, :
“Ma, Nisa sayang sekali sama mama...”, ujar gadis kecil itu sambil memeluk erat mamanya.
“Kenapa tiba-tiba bilang begitu sayang? Mama juga sayang sekali sama gadisnya...”
“Nisa tiba-tiba ingat lagi kejadian pagi kemaren, waktu ikat rambut Nisa hilang, padahal sudah harus buru2 ke sekolah. Waktu itu mama membuka ikat rambut yang lagi mama pakai trus diikatkan ke rambut Nisa..”, ucap sikecil dengan mata berbinar
“Oo, itu…”, Mama tak terlalu merespon lalu menguap.
“Tapi Ma!, Waktu di kampung dan Nisa lihat kakak sepupu kehilangan ikat rambutnya juga, Ibunya malah teriak marah-marahin kakak sepupu…, kasihan….”
“Oh?”, kantuk mama mendadak hilang, lalu memeluk putrinya kuat sambil mencoba memberikan penjelasan sebisa mungkin.
Alhamdulillah kebaikan sikap mamalah yang sangat menjadi perhatian Jilannisa kali ini. Padahal, mama juga pernah terpancing oleh rasa marah dan mengekspresikannya. Tentu mama ingin menjadi orang tua yang lebih sabar lagi, apalagi percakapan malam itu terus membekas dipikiran mama.
Hari itu, satu lagi pelajaran sebagai orangtua yang dicatat mama , untuk sangat berhati-hati menjaga sikap dan bertindak pada anak. Mama jadi sadar betul bahwa sejak hadirnya, seorang anak akan membawa banyak kebahagiaan , namun pada saat yang sama juga membawa banyak tantangan dalam menghadapi setiap kebaruan proses tumbuhnya.
Saturday, October 13, 2012
Kemana..., kemana, kemana?
Suatu sore saat perjalanan pulang dari sekolah Jilannisa dan mama sedang mengemudi:
“Ma.........., sudah ndak sabar nih nunggu tanggal Ultah Nisa, biar bisa dapat hadiah jam tangan HP itu hlo......” Jilannisa merayu.
“ Oo, yang diiklan kemaren itu ya? Jangan gampang dipengaruhi Nak…”, mama segera menambahkan sederet petuah bla bla bla... terkait iklan dan HP berbentuk jam tangan yang diimpikan anaknya itu
“Tapi lagi bingung nih Ma..!”, Jilannisa memotong.
“Memang kenapa sayang?”
“Nanti kalau jam-HP itu rusak kita harus memperbaikinya ke toko jam atau ke toko HP ya Ma?”
Mama terdiam sejenak, lalu tertawa keras-keras. Ah, sungguh menarik jalan pikirannya anak-anak.., ujarnya dalam hati :)
Monday, May 21, 2012
Friday, December 16, 2011
“Sekali Klik!”
“Apakah Tiara San tahu caranya memberi nomor halaman untuk file ini?”, tanya mahasiswa asal Mongolia dengan wajah panik karena memang ia tidak bisa berbahasa Jepang, tapi mau tidak mau ia harus memakai komputer lab yang hanya berbahasa Jepang dengan huruf kanji bertebaran. Komputernyapun dilengkapi software versi terbaru, sedikit bervariasi dari versi lama.
“Hm…, memberi nomor halaman ya?, begini…” jawap Tiara sambil menerangkan bagaimana caranya, menurut yang pernah ia lakukan sebelumnya.
Dalam hati ia bertanya-tanya: kenapa Professor Jepang juga tidak tahu ya..? Hm..mungkin beliau lebih familiar dengan komputer pribadinya saja....
Tidak aneh juga sih, pikirnya. Beberapa yang hari lalu seorang mahasiswa undergraduate yang ia tanyai juga menjawab tidak tahu tentang cara memakai scanner di laboratorium ini. Tapi setelah ia coba sendiri, caranya standar saja kok, iapun sukses men-scan dan mengeprint hasilnya. Melihat itu ia menyadari bahwa memang tidak semua orang suka mencoba, atau mau mengambil resiko tanpa pengetahuan yang memadai. Apalagi orang Jepang yang terbiasa jujur, kalau tidak tahu, mereka akan mengatakan apa adanya.
“Begitu saja ya? Nanti kalau di print keluar nomornya ya?” Profesor penasaran sambil melihat print preview.
“Betul Sensei, tuh nomornya sudah ada sekarang..."
“Waah, benar! You are a very smart lady!!” Profesor berteriak senang, apalagi ketika hasil print-annya sesuai dengan harapan, bertengger nomor halaman di sudud kirinya.
“Pengalaman saja kok Sensei, saya kan juga tidak bisa membaca semua huruf kanji itu, beberapa saja yang saya tahu…” Tiara agak tersipu karena dipuji secara berlebihan untuk hal sederhana seperti itu.
“Ya, pengalaman adalah hal yang sangat berharga dalam pekerjaan!” ujar Professor riang.
Sambil bersepeda menuju Kantor Pertemuan Warga di pusat kota, Tiara pun berfikir untuk mengambil pelajaran dari kejadian kecil hari itu. Orang Indonesia, atau warga manapun di dunia ini, kalau punya keahlian dan percaya diri, InsyaAllah akan mampu bersaing dipercaturan dunia .
Paling tidak hari ini, Indonesia telah terbukti unggul atas Jepang dan Mongolia hanya dengan satu “klik”an saja!, Duhay…., Lebaaynya… “ pikir Tiara sambil tersenyum dan berbegas mengayuh dalam dingin.
Hari ini ia akan belajar memasak masakan Jepang bersama beberapa warga asing lainnya. Walau bekerja sebagai peneliti dan pengajar di perguruan tinggi, ia adalah seorang Ibu. Mengetahui cara pembuatan dan komposisi beberapa makanan tradisonal Jepang adalah targetnya kali ini :)
Kagoshima, 16 Desember 2011
Henny Herwina
Wednesday, November 30, 2011
Ai Leviu
April-November 2001, Kanazawa Shi, Wakamatsu Machi, kopo Wakamatsu 1-3-10. Hari-hari indah kami lewati menunggu hadirmu Cinta. Pertama melihat wujud mungilmu berputar putar di rahim mama melalui bantuan Sensei di rumah sakit Nasional Kanazawa, pertama merasakan gerakanmu yang yang hebat di perut mama, apalagi kalau ada suara musik atau suara papa. Hari-hari pemeriksaan rutin setiap bulan dan minggu selalu mama tunggu, karena ketika itu selalu akan diketahui pertambahan panjang tubuh dan perkiraan berat badanmu, posisi tidur dan bermainmu di dalam perut mama yang membola. Berolahraga pagi sambil menunggu papa pulang arbaito di taman dekat apato kita. Selalu mengobrol denganmu, bermain dengan tepuk tangan mama diperut dan kau selalu membalas dengan tendangan yang kuat ke tiap posisi tepukan mama. Subhanallah sayang, dirimu bahkan bisa mengikuti gerakan melingkar tepukan mama dengan tendangan berpola melingkar pula! Bagaimana mama tidak bersyukur? Setiap detik hadirmu penuh dengan getaran takjub pada kuasa Sang Pencipta. Panggilan Baby untukmu langsung berubah menjadi Jilannisa, ketika Sensei memprediksikan bahwa dirimu adalah seorang putri yang cantik. Tahukah engkau sayang, dibulan-bulan terakhir mama dan papa begitu rindu untuk bertemu muka denganmu walaupun sudah berbulan-bulan kita bicara dan bermain bersama siang dan malam.
30 November 2001. Pagi itu mama dan papa kerumah sakit, karena menurut jadwal, mama segera bisa melihat wajahmu gadis sayang, Jilan akan mampu menghirup udara dan minum sendiri setelah keluar dari rahim mama. Berjam-jam berusaha melahirkan normal, menanti, berusaha lagi dan melalui proses pemeriksaan berkali-kali, Alhamdulillah akhirnya mama benar-benar bisa melihat tubuh mungilmu yang merengek lembut sesaat sebelum diperiksa oleh Dokter dan perawat ruang operasi. Dirimu cantik sekali sayang, dengan rambut tebal dan mulut mungil yang lucu. Jilannisa Hanifa lahir pukul 10 malam, tepat disaat salju pertama dimusim dingin tahun itu mulai mengguyur Kanazawa, kota kelahiranmu…
“Allahuakbar Allahu Akbar!.....”, suara papa mengumandangkan nama Allah ke telingamu. Bergetar tubuh kami dalam syukur dan haru, terhampar doa dan harapan agar dirimu kelak menjadi hamba yang berharap ridhoNya senantiasa.
Tentunya lagu kita masih kau ingat bukan Nak? Bahkan sampai hari ini, mama masih ingin menyenandungkannya untukmu. Lagu khusus buatmu sejak dalam kandungan dulu:
Jilannisa Hanifa
Gadis cantik mama
Jadilah Nisa, anak yang sholehah
Berbakti pada orangtua…
Dan dirimu benar-benar menjadi amanah Allah terbaik yang membuat mama dan papa tak putusnya belajar dan bersyukur. Setiap hari, setiap detiknya, tumbuh kembang dan perilakumu adalah visualisasi kuasa dan anugrah Ilahi sekaligus. Kami mencintaimu dengan takjub. Jatuh bangun, belajar, bingung, lelah, bahagia yang muaranya selalu rasa syukur.
Tidur ternyenyakmu adalah diatas dada mama atau papa, senyum pertama, tidur membalik petama, merangkak, berdiri, bicaramu,menangismu, menebarkan bunga-bunga ke seantero jagat raya yang mampu kami lihat dan rasa.
“Hanifa jiranisa chan..!” sensei Sumiregumi mengabsen pagi itu.
“HAAAIIIK!” , teriakmu lantang sambil mengangkat tangan dari kursi makanmu. Usiamu 8 bulan ketika itu. Mama terharu. Sudah bisa tertib diabsen untuk gadis sekecil dirimu ? Sungguh mama bangga padamu
Undokai
Hapyokai
Ensoku…
Tomodachi: Mayu chan, Saho chan, Mayuko Chan, Ayana Chan…
Sumire, Tanpopo, Hyoko dan Sakura gumi, empat kelas sampai 4 tahun usiamu di Kanazawa
Oktober 2005-Sept 2010, Padang
TK Plus, SDIT Kelas I, II, III dan kelas IV kini.
Ma, Nisa jadi bendahara kelas!
Ma, tidak dapat rangking…, ow, ndak apa? Yang penting belajar?
Ma, tadi Nisa telat ekskul sama Alifah...
Ma, mau dipesankan catering di Rumah Ice cream saja
Ma, besok berenang
Ma, beliin CD ya…
Ma, hapalan Nisa lolos test!
Ma, mau main di rumah Fauzan ya..
Ma, papa nggak mau nganterin….hiks....
Ma, Nisa mau jadi dokter hewan! Pengen ke salon hewan….
Suatu hari diatas mobil
“Ma, apa celana dan baju Nisa seperti wanita yang berpakaian tapi telanjang?”
“Mmm...Nisa tahu kata-kata itu dari mana?”, mama malah balik bertanya karena heran.
“Kan kemaren mama sama Ustad saat shooting acara Cahaya Hati ngomongin berpakaian tapi telanjang kan?
“Iya benar, Nisa ngerti maksudnya?”
“Tahu dong, wanita kalau pakaiannya sempit disebut berpakaian tapi telanjang, karena memperlihatkan bentuk tubuhnya, itu tidak boleh… haram ya Ma?”
(Alhamdulillah, rupanya Nisa merekam semuanya walaupun sepanjang shooting acara kemaren dirimu sibuk berlarian dan melompat kesana kemarin. Mama jadi tau kalau harus lebih memperhatikan apa yg kau dengar, lihat dan rasa dari sekitar, karena anak-anak seusiamu tampaknya mulai mampu menganalisa banyak hal, yang belum mama sadari sebelumnya)
Ma, ustazah minta buku La tahzan for Student…
Ma, Ustazah Sil mau bantuin menjual buku Bunda Sakura!
Ma, mamanya Najwa mau datang untuk lihat baju-baju dan mau pesan, boleh?
Ma, boleh mama ke Jepang, tapi beliin robot dan senbei, dan pas kembalinya Nisa jemput dan kita jalan-jalan dulu di Jakarta… OK! Siap menunggu bersama papa dan nenek.. :)
29 November 2011, Kagoshima ken
“Ma, terimakasih kue ulang tahunnya, Ai leviu….”
Sms darimu membangunkan mama yang jatuh tertidur saat mencoba menelepon lewat skype tapi terputus, pulsapun sedang habis. Komputer papa sedang direinstal pula. Alhamdulillah, tante Vevi yang baik ternyata kembali bersedia menolong mama membelikan kue untuk ultahmu yang ke 10.
"ma.nisa ol pakai HP,terimakasih kue ultahnya mama sayang", tulismu pula di fb mama. Ternyata dirimu mencoba pake fb di hp untuk menghubungi mama karena internet sdg tidak bisa.Ini baru pertama kali kaucoba. Bagus sayang, pantang menyerah.
Ah, mama kangen pada gadis kecil mama… Walau tiap hari kita ngobrol d internet dan bercanda, hari ini tentu beda.
Suara ceriamu di telepon tadi malam menghapus rasa cemas mama krn tidak bisa ada untukmu di Padang saat ini. Rencananya mau makan di luar bersama papa, nenek dan serorang teman? Itu bagus. Pergilah Nak. Robot anjingnya sudah mama siapkan, Robotactor juga sudah tersedia sebagai bonus. Besok kita akan memainkannya ya sayang, pake skype, tunjuk tombol romote yang ingin Nisa tekan, lalu kita mainkan ;)
Semoga besok komputer papa sudah pulih (Papa ganbatte....). Sendainyapun tidak, kita akan berdoa bersama, tetaplah ceria agar mamapun begitu. Bersyukurlah atas pertambahan usia dan segala cinta yang menyelimuti kita. Selamat Ulang Tahun Cinta… Mama bangga dan bersyukur untukmu. Semoga Allah senantiasa mengampuni salah dan menguatkan kita menyusuri jalanNya.
I shiteru… sayang, otanjoubi omedetone...
Ai leviu juga…
Mama-Papa (Memelukmu dengan segenap rasa, selalu)
Dinihari 30 November 2011
At Kagoshima yang sepanas musim semi di musim gugur
Friday, November 25, 2011
Alhamdulillah, walaupun lagi di Kagoshima, ada sahabat baik hati yang berkenan mengantarkan kue buat mama di Padang. Alhamdulillah dengan teknologi, bisa ngerayain ultah neneknya Nisa yang 72 pake skype dimeriahkan rekan di guest house asal Bogor, Thailand da Fiji. Sederhana, hanya ucapan selamat bertambah umur dari negeri sakura, tapi sepertinya mama senang :)
Friday, November 11, 2011
Bersanding dengan Habibie!
Dear All,
Polling Longlist Tahap II Anugrah Pembaca Indonesia 2011 telah dibuka sejak tanggal 05 November 2011 sampai dengan 16 November 2011. Alhamduluillah, berkat pilihan pembaca, dan kerjasama yang terjalin dengan berbagai pihak buku kami "La Tahzan For Student (LTFS)" kembali masuk nominasi, bersanding dengan 10 buku pilihan pembaca lainnya, termasuk buku cerita cintanya Bapak BJ Habibie :)
Sudah kenal LTFS? Terasakah semangat untuk "Ganbareba Dekiru" yang ingin ditularkan? Tips belajar di Luar Negeri yang ingin dibagi?
Siapa sajakah penulisnya? Ingin kenal lebih jauh?
Silahkan klik
http://flpjepang.net/public_html/ltfs/Penulis.html
Setelah itu, kita bisa vote di
http://festivalpembacaindonesia.com/2011/11/05/polling-anugerah-pembaca-indonesia-2011-longlist-tahap-ii/.
*Buku LTFS juga tersedia di Gramedia di berbagai kota di Indonesia, di Jepang melalui FLP Jepang dan Fahima. Di Sumatra Barat, juga bisa di dapatkan di toko Andalas Merchandise Pusat Bisnis UNAND belakang PKM. Selamat membaca, semoga ada hikmah yang terpetik.
Wednesday, October 19, 2011
Goodreads Indonesia - Anugerah Pembaca Indonesia 2011 (showing 1-29 of 29)
Alhamdulillah, setelah cetak ulang dalam beberapa bulan peredaran, kali ini buku kami masuk daftar Nominasi penerima Anugrah Pembaca Indonesia -IKAPI 2011
Friday, March 25, 2011
Undangan Apresiasi Pray For Japan di Taman Budaya Padang
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bpk, Ibu, Kanda, Dinda dan Saudaraku yang di Rahmati Allah di Sumatra Barat,
Bersama ini kami sampaikan undangan agar kiranya kita semua dapat berpartisipasi dalam acara
"Apresiasi Pray For Japan" yang InsyaAllah akan dilaksanakan pada:
Hari/tgl : Sabtu/26 Maret 2011
Tempat : Taman Budaya Padang
Waktu : 16.00 WIB s/d selesai
Kegiatan :
Silaturahmi dan dialog dengan rasa empati atas musibah yang melanda Negeri Sakura
Pengumpulan dana diselingi pertunjukan seni (puisi, lagu dan tari), merangkai origami dan sumbang kesan/harapan yang akan dipersembahkan oleh Persada Sumatra Barat, Kappija, Sastra Jepang UNAND, Sastra Jepang UBH, Akamaru kurabu, Minang kikin, FLP Sumbar dan seluruh yang berhadir.
Acara ini Insya Allah dapat terselengara berkat kerjasama PADANG TV, Taman Budaya PAdang, SIPP FeMale Radio dengan berbagai organisasi diatas
Atas kehadiran dan partisipasi semua pihak,
Kokoro kara, Arigatou Gozaimasu... ganbarimasyou!
Hormat Kami
Panitia




