Friday, March 7, 2008

Ketika Cinta Bertasbih (Dwilogi Pembangun Jiwa)

Rating:★★★
Category:Books
Genre: Other
Author:Habiburrahman El Shirazy
Resensi: Ketika Cinta Bertasbih (Episode 1 dan 2)
Pengarang: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit: Republika-Basmala (2007)

Azzam adalah mahasiswa Al Azhar University Cairo yang kuliah sambil bekerja. Ia membuat dan menjual makanan tradisional Indonesia seperti bakso dan tempe demi menghidupi diri di negeri orang dan keluarganya di tanah air. Walaupun waktu selesai studinya menjadi panjang, tapi banyak hikmah yang diperolehnya dari situ, termasuk kedewasaan dalam berilmu, bersikap maupun berbisnis. Pengalaman hidup membuatnya tetap survive dan dapat mengembangkan wiraswasta ketika kembali ketanah air (Episode 1). Takdir membawanya pada puncak kebahagiaan ketika pada akhirnya ia dapat menikah dengan Anna Althafunnisa, muslimah dambaannya sejak kuliah. Hadirnya tokoh Furqan, Eliana dan Husna mempertajam kelebihan sang tokoh utama. Penulis dengan mahir menggambarkan masing-masing tokoh dengan karakter yang terarah, di dalam alur cerita yang jelas.

Seperti halnya pada Novel Ayat-Ayat Cinta, setting di Cairo (episode 1) maupun di Jawa (episode 2) hadir teramat apik. Suasana desa dan pesantren muncul hidup dan memikat, makanan, kondisi alam, digambarkan dengan alami dan indah.
Gizi dari novel ini yang langsung saya rasakan adalah adanya tambahan ilmu bermanfaat tentang bagaimana seorang perempuan dapat menyikapi poligami sebelum menikah (episode 2).Tokoh Anna dalam novel ini memberikan pernyataan sikapnya tentang poligami sejak ia dipinang Furqan, calon suami pertamanya. Dalam syarat nikahnya, ia mengusulkan agar tetap dibolehkan tinggal di rumah orang tua, dan tidak bersedia dipoligami selama ia masih sanggup menjalankan kewajibannya. Jika syaratnya diterima pernikahan dapat berjalan, jika tidak, peminang dipersilahkan mencari wanita lain yang mungkin tidak memberi syarat. Anna ingin seperti Khadijah yang menjadi satu-satunya istri Rasurullah semasa hidupnya. Kemandirian seorang perempuan yang berilmu dengan sangat manis diperankan tokoh Anna, sehingga kebenaran ucapannya tak bisa ditolak lagi. Pendapat dan syarat yang ia ajukan didukung oleh referensi Kitab apa yang ia pakai sebagai rujukan.

Yang berbeda dari novel sebelumnya, di dalam novel Ketika Cinta Bertasbih episode dua, terdapat beberapa kesalahan editan dan kesalahan pada susunan halaman. Adegan kemesraan dan hasrat suami isteri Azzam dan Anna yang disampaikan dengan cukup vulgar dibagian akhir sedikit mengganggu, karena tidak sejalan dengan keindahan dan ke-bersahajaan yang muncul sejak awal cerita.

Secara keseluruhan, novel ini sangat menginspirasi bagi pembacanya. Jadi, sayang untuk melewatkan begitu saja, jika ada kesempatan untuk membaca dan memiliki karya Kang Abik yang satu ini.

Friday, February 29, 2008

GORENG IKAN LADO HIJAU


Description:
Resep rumahan yang simpel, tapi amat membangkitkan selera, khususnya penggemar masakan Padang. Kalau Uda-san dimasakin menu ini, bisa diperkirakan akan nambah terus dan baru menyerah kalau memang perutnya sudah tak sanggup untuk menerima lagi :)
Ikan goreng lado hijau ini akan sangat nikmat dimakan dengan nasi yang asapnya mengepul, salad, sayur bening, atau terong yang direbus/diuapkan



Ingredients:
Ikan air tawar atau ikan laut, cabe hijau, minyak goreng secukupnya, garam, jeruk asam. Sebagai variasi rasa (penting), boleh digorengkan pula, petai, jengkol, atau paria

Directions:
Ikan tawar atau ikan laut digoreng kering seperti biasa. Beri variasi rasa dengan menggoreng juga petai, jengkol atau paria (salahsatunya saja) yang juga digoreng (biasanya digoreng sebelum ikannya).Cabe (lado kalau bahasa Minang, red) hijau di giling/blender kasar bersama bawang merah, lalu goreng dengan minyak bekas menggoreng ikan, tambahkan garam dan perasan jeruk asam. Campurkan semuanya, beres...siapa dihidangkan....hmmm ...oisshi......!

Thursday, February 14, 2008

Bunga dalam Vas Retak

Rating:★★★
Category:Books
Genre: Childrens Books
Author:Ummu Syafiq
Novel anak dengan cover bernuansa hijau meneduhkan ini bercerita
tentang kehidupan seorang gadis kecil bernama Rara. Kedua
orangtuanya bercerai, dan ia ikut terkena imbasnya dalam keseharian.
Di sekolah, ia disebut sebagai anak broken home. Dua kata itu tetap
mengikutinya bahkan setelah ia pindah ke sekolah yang baru. Dalam
ketidaknyamanan dengan kondisi keluarga yang menjadi bahan ejekan
beberapa temannya dan juga adanya harapan agar kedua ortangtuanya
kembali bersatu, Rara belajar untuk menerima kenyataan hidupnya.

Meskipun ayah dan Ibunya tidak bersama lagi, Rara merasakan
bahwa ia senantiasa mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang
besar dari mereka. Ayahnya secara teratur selalu menelepon dan
memberikan perhatian pada perkembangannya yang tinggal hanya berdua
saja dengan ibunya. Suatu ketika, kesempatan untuk berlibur bersama
keluarga baru ayahnya membuat Rara lebih mengenal ibu tirinya
sebagai sosok ibu yang baik pula. Ia juga menjadi jatuh cinta pada
kedua adik kembarnya yang lucu. Rara semakin menyadari betapa
besarnya cinta sang ayah, ketika memperoleh hadiah untuk kenaikan
kelasnya berupa catatan harian. Di situ ayahnya telah menulis banyak
hal tentang dirinya yang ditulis semenjak ia masih bayi.

Walaupun belum mendapat penjelasan langsung dari ibunya tentang
alasan perpisahan mereka, diakhir cerita, Rara menemukan suatu
kesimpulan yang melegakannya. Bahwa ia adalah anak yang beruntung
karena dapat senantiasa menikmati besarnya kasih sayang dan
perhatian dari kedua orang tua dan keluarga besarnya. Untuk
mempertegas hal ini, kehadiran tokoh Rina, teman sekolah yang
sering menjadikan perceraian dan kesendirian ibu Rara sebagai bahan
untuk menyakiti Rara cukup mengena. Rina, dengan keluarga yang
lengkap, malah menjadi anak yang nakal dan tidak puas bila tak
menyakiti Rara atau teman lain yang ingin dekat dengan Rara. Takut
kenakalannya semakin tak terkendali, Rina dipindahkan oleh orang
tuanya ke sekolah berasrama.

Akhir ceritanya terkesan bisa ditebak ketika membaca bab-bab awal
di novel ini. Namun daya tarik untuk terus membacanya muncul seiring
dengan hadirnya dialog yang hidup dan alur yang terjaga dengan baik.
Setting Jakarta dan Bandung pun dengan nyaman ternikmati. Sedikit
komentar mengenai kondisi psikologis Rara,ia tampak telah jauh lebih
dewasa dari usianya (Rara baru naik kelas enam). Misalnya dengan
pengertian Rara yang teramat besar untuk selalu meyakinkan ibunya
bahwa ia tidak apa-apa meskipun teman-teman mengejek perceraian
ibunya,atau menuduh ibunya bersama seorang pria lain ketika ia
tinggalkan sendiri waktu berlibur. Bahkan Rara mampu untuk berfikir
amat bijaksana dengan berniat tidak akan memajang hadiah rajutan
dari ibu tirinya disembarang tempat agar ibu kandungnya tidak
melihat hadiah itu terlalu sering.Walaupun demikian, pergolakan
emosi yang dialaminya disekolah dapat dihadirkan dengan jelas oleh
penulis, sehingga menjadi cukup seimbang.

Ketika selesai membacanya, novel yang ditulis Ummu Syafiq atau
Aan Wulandari, yang juga adalah editor internal FLP Jepang untuk
buku kumpulan kisah mengandung hikmah; Getar Asa Negeri Sakura ini
membuat saya berdecak kagum. Tema yang sederhana, namun hadir sangat
komunikatif dan sarat dengan perenungan diri di banyak bagiannya.
Anak yang mengalami kasus perceraian orang tua dapat belajar untuk
menerima kenyataan dengan membaca novel ini. Pesan-pesan bagi orang
tuapun tak kalah serunya. Banyak hikmah yang tersirat sepanjang
cerita tanpa terkesan dipaksakan untuk ada. Akhirnya, saya pastikan
bahwa novel ini layak anda pilih sebagai salah satu bacaan bergizi
bagi anak maupun orang tua. Mba Aan, Ometedou Gozaimasu!

Penerbit : Mitra Bocah Muslim
Edisi : Desember 2007
Genre : Anak (7-12 tahun)
Halaman : 119 hal
Harga : Rp. 12.000,00

Friday, December 7, 2007

Sunday, November 25, 2007

Getar Asa Negeri Sakura (GANS)

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Other
Author:FLP Jepang
Bagi sahabat semua yang menginginkan sesuatu yang "beda!
Telah terbit dan bisa didapatkan di Gramedia serta berbagai toko buku terkenal lainnya dikota anda: Kumpulan Kisah Mengandung Hikmah...

FLP Jepang, dengan bangga mempersembahkan :

"Getar Asa Negeri Sakura... (GANS)".

"Bagaimana sih rasanya dipandang dengan cara berbeda hanya karena pakaian yang kita kenakkan di negeri matahari terbit ini? Sejauh manakah sikap mandirinya orang jepang, bahkan pada penyandang cacat sekalipun? Seberapa sulitnyakah kita berbaur dengan masyarakat yang punya informasi terputus putus tentang Indonesia?, Bagaimana sikap dan reaksi Japanese ketika bencana tsunami melanda Tanah Rencong? Sulitkah berpuasa di negara yang sedikit sekali mengenal agama Islam? Bagaimana dengan perjuangan guru dan anak-anak untuk tetap menjalankan syariat di lingkungan sekolah Jepang? Bagaimana suasana laboratorium, profesor dan mahasiswa? Perlukah berjuang untuk tetap mengkonsumsi makanan halal? Bagaimana rasanya shalat diatas puci-puci? Apa kesan Japanese yang homeless terhadap pendatang asing? Bagaimana mensiasati agar aman menghadiri pesta yang diadakan untuk menghormati kita atau selamatan sehabis ujian?.....dan buaaaanyak lagi, tema khas dan menarik yang sayang untuk tidak disimak.....

Rangkaian peristiwa yang dirajut dalam kisah-kisah menarik oleh 19 orang penulis FLP Jepang dalam buku spesial yang sampulnya berwarna merah muda bersahaja ini, perlu menjadi salah satu pilihan bacaan anda.
Ada tambahan ilmu, informasi dan InsyaAllah akan semakin membangkitkan rasa syukur yang mendalam atas apa yang kita miliki serta menambah kedekatan kepada Sang Pencipta!

-----------------------------------------------------------

Inilah Bukti Keharmonisan para penulis FLP Jepang. Sebuah kumpulan kisah yang menggetarkan sanubari, berangkat dari cinta mereka terhadap anak, istri, keluarga, dan Tanah Air. Selamat!
(Pipiet Senja, Novelis Indonesia, mukim di Depok)
----------------------------------------------------------
Penulis GANS :
Abu Aufa, Rose Firdausi, Irmayanti, Nesia Andriana, Arida Istiarti, Gina Komara, Rieska Oktavia, Ulya Zulmadjdi, Ari Aji Astuti, Yuliani Liputo, Ummuthoriq, Aan Wulandari, Ivandini T, Henny Herwina Hanif, Adi JM, Hermin Wicaksono, Mulla Kemalawaty, Astarina Laya dan Seriyawati

Ukuran : 13 x 17 cm
Harga : Rp. 25.000

Ada ekstra tips and trik memperoleh beasiswa belajar di Jepang juga hlo!
Jadi, tunggu apa lagi sahabat, beli ya...

Hontoni, ii hon desuyo....!
Itsuyoni kaimasho....! iipai katte kudasai ne....
Haiiik......!!!!

Monday, November 19, 2007

Perjalanan ke Patiala




Setelah melewati prosedur yang cukup pelik ditingkat Jurusan, akhirnya kesempatan bertemu para pakar dibidang Myrmecology pada sebuah konferensi di Punjabi University, Patiala India didapatkan juga. Dengan bimbinganNya, perjalanan dan presentasi dapat berjalan lancar, kolega bertambah, dan InsyaAllah juga ada tambahan ilmu serta pegalaman. Beratnya, acaranya berjalan tepat dengan jatuhnya hari Raya Ied di Ina, hiks, jadi pikiran untuk cepat pulang memang tak terhindarkan, walaupun sudah dipersiapkan untuk tegar (he he). Terimakasih untuk pengertian seluruh keluarga, terutama buat mama terkasih yang menyemangati tanpa ragu, Uda dan Jilannisa tambatan jiwa... . Teman-teman yang tak hentinya meyakinkan dan menyemangati, tangan-tangan Ilahi yang senantiasa dikirimkan untukku di sepanjang perjalanan ini, thanks so much....
Terimakasih tak terkatakan juga buat Mba Uci (mamaecha) dan Mba Ati (supermom28) yang memberi banyak informasi tentang india dan lika-likunya. Makasih MP, Semoga menjadi Pahala, Amin...